maria ulfa

About Kepribadian Muhammadiyah

In Uncategorized on Desember 24, 2012 at 4:45 am

A. SEJARAH LAHIRNYA KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH

Pemikiran baku tentang “ Kepribadian Muhammadiyah “ merupakan hasil keputusan Muktamar ke 35 (Muktamar setengah Abad) tahun 1962 di jakarta. Konsep awalnya berasal dari ceramah KH.Faqih Usman pada masa kepemimpinan PP Muhammadiyah periode 1959-1962 di bawah Ketua HM Yunus Anis. Ceramah itu berjudul “ Apa sih Muhammadiyah itu?” yang kemudian ditindak lanjuti tim perumus untuk dijadikan pedoman dimana perjuangan muhammadiyah tertonjol sangat nyata dan jelas.Selanjutnya rumusan itu di bahas di Tanwir pada tanggal 25-28 Agustus 1962,pada saat itu rumusan itu sangat di perdebatkan dan  selanjutnya diadakan sedikit perubahan oleh panitia yang di adakan pada sidang Tanwir.Dalam muktamar ke 35 di Jakarta rumusan itu di perdebatkan kembali ,dan akhirnya dapat diterima dengan catatan pimpinan pusat hendaklah menyempurnakan rumusan itu dengan saran-saran dari muktamar.Maka sidang pleno pimpinan pusat muhammadiyah pada tanggal 29 April 1963 telah menyelesaikan penyempurnaan itu dan menghasilkan Rumusan Kepribadian Muhammadiyah.

B. PENGERTIAN KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH

Kepribadian Muhammadiyah adalah rumusan yang menggambarkan hakekat Muhammadiyah, serta apa yang menjadi dasar dan pedoman amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah masa depan, serta sifat-sifat yang dimiliki oleh muhammadiyah.

                                                                                                                                   

 C. FUNGSI DARI KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH

1.                  Muqaddimah anggaran dasar muhammadiyah.

Adalah merupakan suatu kesimpulan dari perintah dan ajaran Al-Qur’an dan sunnah tentang pengabdian manusia kepada allah,amal dan perjuangan setiap muslim.Menapaskan semangat pengabdian dan perjuangan itu kedalam tubuh dan gerak organisasi Muhammadiyah dan dengan demikian juga menjiwai anggaran dasar muhammadiyah.

2.                  Anggaran dasar muhammadiyah.

Adalah anggaran pokok yang mencakup dasar,maksud dan tujuan organisasi muhammadiyah,serta peraturan-peraturan tentang rangka dan pimpinan organisasi. Anggaran dasar ini menjelaskan usaha-usaha yang dijalankan suatu organisasi untuk mencapai cita-cita serta tujuannya serta pembiayaan untuk itu semua.

3.                  Khittah muhammadiyah.     

Adalah langkah-langkah yang berjangka waktu,sambung menyambung berjenjang naik menuju tercapainya maksud dan tujuan muhammadiyah.Setiap waktu dan setiap muktamar harus mampu meninjau dan menilai kembali jika ingin merubah khittah.Karena khittah putusan muktamar,maka keresmian perubahan itu pun dalam muktamar.

4.                  Kepribadian muhammadiyah.

Adalah pedoman atau pegangan bagi gerak dan jalannya muhammadiyah di dalam perjuangannya menuju cita-cita.

D.MATAN RUMUSAN KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH

Kepribadian Muhammadiyah itu mengandung empat pokok pikiran :

1.      Apakah Muhammadiyah itu?

2.      Dasar amal usaha Muhammadiyah.

3.      Pedoman amal usaha dan perjuangan Muhammadiyah.

4.      Sifat-sifat Muhammadiyah.

1. APAKAH MUHAMMADIYAH ITU?

1.                  Muhammadiyah sebagai suatu gerakan.Muhammadiyah senantiasa bergerak maju menyebarkan cita-citanya,dibarengi dengan pengeluasan organisasinya.Kesemuanya digerakkan untuk tujuan Dakwah Islamiyah dan amar ma’ruf nahi munkar ke dalam dan ke luar.

2.                  Muhammadiyah sebagai tajdid yakni pembaharuan.Maksudnya adalah membersihkan tauhid umat dari khurafat dan tahayul serta pengeramatan manusia terhadap benda keramat,mengikhlaskan takwa dan tawakkal kepada Allah SWT.Gerakan tajdid ini keseluruhannya dikembalikan serta didasarkan atas Al-Qur’an dan Sunnah.

3.                  Sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar,tugas Muhammadiyah ialah :

1.     Menyiarkan agama Islam

2.     Membangun masyarakat dengan ajaran dan mahasinul Islam.

3.     Menginsyafkan umat islam tentang agamanya dan kewajibannya berjuang.

4.     Mencapai tujuan akhir yaitu terbentuknya masyarakat Islam yang baik

2. DASAR DAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH

Dalam perjuangan melaksanakan usahanya menuju tujuan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, dimana kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan luas-merata, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar, yaitu:

1.                  Hidup manusia harus berdasar tauhid, ibadah, dan taat kepada Allah.

2.                  Hidup manusia bermasyarakat.

3.                  Mematuhi ajaran-ajaran agama Islam dengan berkeyakinan bahwa ajaran Islam   itu satu-satunya landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagiaan dunia akhirat.

4.                  Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dalam masyarakat adalah kewajiban sebagai ibadah kepada Allah dan ikhsan kepada kemanusiaan.

5.                  Ittiba’ kepada langkah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW.

6.                  Melancarkan amal usaha dan perjuangannya dengan ketertiban organisasi.

3. PEDOMAN AMAL USAHA DAN PERJUANGAN MUHAMMADIYAH

Menilik dasar prinsip tersebut di atas, maka apapun yang diusahakan dan bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan tunggalnya, harus berpedoman: “Berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridai Allah SWT”.

4. SIFAT-SIFAT  MUHAMMADIYAH

Menilik dari (1.)Apakah Muhammadiyah itu, (2.) Dasar Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah, dan (3.) Pedoman Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah, maka Muhammadiyah dalam kehidupannya memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

1. “Beramal dan Berjuang Untuk Perdamaian dan Kesejahteraan”.

Dengan sifat ini, Muhammadiyah tidak boleh mencela dan mendengki golongan lain. Sebaliknya, Muhammadiyah harus tabah menghadapi celaan dan kedengkian golongan lain tanpa mengabaikan hak untuk membela diri kalau perlu, dan itu pun harus dilakukan secara baik tanpa dipengaruhi perasaan aneh.

 2.”Memperbanyak Kawan dari Mengamalkan Ukhuwah lslamiyah”

Setiap warga Muhammadiyah, siapa pun orangnya, termasuk para pemimpin dan da’inya, harus memegang teguh sifat ini. Dalam rangka untuk “Memperbanyak Kawan dan Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah”. Inilah, pada umumnya ceramah atau kegiatan dakwah lainnya yang dilancarkan oleh dai-da’i Muhammadiyah memakai gaya “sejuk penuh senyum”, bukan dakwah yang agitatif menebar kebencian ke sana ke mari.

3. “Lapang Dada, Luas Pandangdan Dengan Memectanct Teguh Ajaran Islam”

Lapang dada atau toleransi adalah satu keharusan bagi siapapun yang hidup dalam masyarakat, apalagi hidup dalam masyarakat yang majemuk seperti masyarakat Indonesia. Tanpa adanya lapang dada, kehidupan akan goncang. Dan prinsip “Memperbanyak Kawan” tentu berubah menjadi “Memperbanyak Musuh”. Namun bagaimana, pun dalam berlapang dada, kita tidak boleh kehilangan identitas sebagai warga Muhammadiyah yang harus tetap memegang teguh ajaran Islam. Dengan demikian, bebas tetapi tetap terkendali.

4. “Bersifat Keagamaan Dan Kemasyarakatan “

Sifat “Keagamaan dan kemasyarakatan” sudah merupakan sifat Muhammadiyh sejak lahir. Karena ini sifat yang tidak mungkin terlepas dari jiwa dan raga Muhammadiyah. Mengapa? Muhammadiyah sejak lahir mengemban misi agama, sedang agama diturunkan oleh Allah melalui para Nabi-Nya juga untuk masyarakat, yakni untuk memperbaiki masyarakat. Masyarakat adalah “lahan” bagi segala aktivitas perjuangan Muhammadiyah.

Dua sifat ini, yakni keagamaan dan kemasyarakatan, tidak boleh berdiri sendiri-sendiri. Harus berjalin berkelindan. Karena itu, Muhammadiyah bukan gerakan sosial semata-mata, dan bukan juga gerakan keagamaan semata-mata. Muhammadiyah adalah gerakan kedua-duanya, ya keagamaan ya kemasyarakatan.

Tetapi Muhammadiyah juga bukan gerakan politik, sebab kalau gerakan politik, tercermin dalam berbagai amal usaha yang telah tertekuninya selama ini.

5. “Mengindahkan, segala Hukum, Undang-undang Serta dan Falsafah Negara Yang Sah”

Muhammadiyah sebagai satu organisasi, mempunyai sejumlah anggota. Anggota ini adalah warga negara dari suatu negara hukum. Hukum negara mempunyai kekuatan mengikat bagi segenap warga negaranya. Ini adalah kenyataan. Karena itu, Muhammadiyah mengindahkan semua itu.

6. “Amar Maruf Nahi Munkar Dalam Segala Lapangan Serta Menjadi Contoh Teladan Yang Baik”

Salah satu kewajiban tiap muslim ialah beramar ma’ruf dan bernahi munkar, yakni menyuruh berbuat baik dan mencegah kemunkaran. Yang dimaksud kemunkaran ialah semua kejahatan yang merusak dan menjijikkan dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya amar ma’ruf dan nahi munkar, tidak akan kebaikan dapat ditegakkan, dan tidak akan kejahatan dapat diberantas. Untuk itu, Muhammadiyah harus sanggup menjadi suri teladan dalam kegiatan ini, baik ke dalam tubuh sendiri ataupun ke luar, ke tengah-tengah masyarakat ramai, dengan penuh kebijaksanaan dan pendekatan yang simpatik.

Amar ma’ruf nahi munkar, bagaimanapun harus kita lakukan dengan cara yang baik.

7. “Aktif Dalam Perkembangan Masyarakat Dengan Maksud !slab dan Pembangunan Sesuai Dengan Ajaran Islam”

Kapan pun dan dimana pun Muhammadiyah memang harus selalu aktif dalam perkembangan masyarakat, sebab tanpa begitu, Muhammadiyah akan kehilangan peran dan akan ketinggalan oleh sejarah. Tetapi keaktifan Muhammadiyah dalam perkembangan masyarakat, tidak berarti sekedar ikut arus perkembangan masyarakat, Muhammadiyah adalah kekuatan ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran.

8. “Kerjasama Dengan Golongan Lain Mana Pun, Dalam Usaha Menyiarkan Dan Mengamalkan Ajaran Islam Serta Membela Kepentingannya”

Menyiarkan Islam, mengamalkan dan membela kepentingan Islam, bukan hanya tugas Muhammadiyah, tetapi juga tugas semua umat Islam. Karena itu, Muhammadiyah perlu menjalin kerjasama dengan semua golongan umat Islam. Tanpa kerjasama ini, tidak mudah kita melaksanakan tugas yang berat ini.

9. “Membantu Pemerintah Serta Kerjasama Dengan Golongan Lain Dalam Memelihara Negara dan Membangunnya, Untuk Mencapai Masyarakat Yang Adil dan Makmur Yang Diridhai”

Negara Indonesia adalah memiliki semua warga negaranya, termasuk warga Muhammadiyah. Adalah suatu keharusan dijalinnya kerjasama di antara semua unsur pemilik negara, untuk membangun Negara dan bangsa menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai Allah.

Muhammadiyah kemakmuran masyarakat ini, sebab kemakmuran mempersubur iman dan takwa, sedang kemelaratan mempersubur kriminalitas sosial dan kekufuran.

10. “Bersifat Adil Serta Korektif Ke Dalam dan Keluar, Dengan Bijaksana”

Dengan sifat adil dan korektif, Muhammadiyah tidak senang melihat sesuatu yang tidak semestinya, dan ingin mengubahnya dengan yang lebih tepat dan lebih baik, meskipun mengenai diri sendiri. Jadi Muhammadiyah tidak tinggal diam saja dan taqlid. Tetapi koreksi pada diri sendiri dan ke luar ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, melainkan harus dengan adil dan bijaksana. Kesalahan adalah kesalahan, sekalipun ada pada orang atau golongan lain. Bukan sifat Muhammadiyah tetap bersikukuh membela suatu hal, padahal misalnya jelas-jelas yang dibelanya itu salah atau tidak baik.

semoga bermanfaat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: