maria ulfa

About Life Skills

In Uncategorized on Desember 24, 2012 at 4:42 am

 SEKILAS ABOUT LIFE SKILLS

Dalam rangka menghadapi kurangnya kecakapan hidup yang terjadi pda masyarakat Indonesia, orientasi tujuan pembelajaran harus menekankan pada pemunculan dan peningkatan kecakapan hidup peserta didik, agar peserta didik menjadi manusia yang mandiri dan kuat dalam menjalani tantangan hidup. Integrasi antara pendidikan dan kecakapan hidup ini dapat dimulai saat peserta didik masih berusia dini. Dalam hal ini, Pendidikan Dasar dapat menjadi awal penerapan pendidikan yang berbasis life skill.

A. Pengertian life skill

Mengenai pengertian pendidikan life skill atau pendidikan kecakapan hidup terdapat perbedaan pendapat, namun esensinya tetap sama. Brolin (1980) mengemukakan bahwa life skill atau kecakapan hidup adalah sebagai kontinum pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar menjadi independen dalam kehidupan.

Pendapat lain Malik fajar (2002) mengatakan bahwa life skill adalah kecakapan yang dibutuhkan untuk bekerja selain kecakapan dalam bidang akademik. Sementara itu team Broad Base Education depdiknas mendefinisikan bahwa life skill adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang agar berani dan mau menghadapi segala permasalahan kehidupan dengan aktif dan proaktif sehingga dapat menyelesaikannya.

Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif. Definisi itu adalah menurut World Health Organization (WHO).

Sedangkan Slamet PH mendefinisikan life skill adalah kemampuan, kesanggupan dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan dengan nikmat dan bahagia.  Kecakapan tersebut mencakup segala aspek sikap perilaku manusia sebagai bekal untuk menjalankan kehidupannya.

Dapat diambil kesimpulan bahwa Pendidikan life skill adalah pendidikan yang memberikan bekal dasar dan latihan yang dilakukan secara benar kepada peserta didik tentang nilai-nilai kehidupan yang dibutuhkan dan berguna bagi perkembangan kehidupan peserta didik. Dengan demikian pendidikan life skill harus dapat merefleksikan kehidupan nyata dalam proses pengajaran agar peserta didik memperoleh kecakapan hidup tersebut. 

B. Prinsip-prinsip dalam life skill

Sedangkan  pelaksanaan pendidikan life skill adalah bervariasi , disesuaikan dengan kondisi anak dan lingkungannya, namun memiliki prinsip-prinsip umum yang sama. Berikut ini adalah prinsip umum pendidikan life skill, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan di Indonesia:

1.Tidak mengubah sistem pendidikan yang berlaku.

2. Tidak harus dengan mengubah kurikulum, tetapi yang diperlukan adalah penyiasatan kurikulum untuk diorientasikan dan diintegrasikan kepada pengembangan kecakapan hidup.

3.Etika-sosio-religius bangsa dapat diintegrasikan dalam proses pendidikan.
4.Pembelajaran menggunakan prinsip learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

5.Pelaksanaan pendidikan life skill dengan menerapkan menejemen berbasis sekolah (MBS).
6. Potensi wilayah sekitar sekolah dapat direfleksikan dalam penyelenggaraan pendidikan, sesuai dengan prinsip pendidikan kontekstual dan pendidikan berbasis luas (broad base education).
7. Paradigma learning  for life and school to work dapat dijadikan dasar kegiatan pendidikan, sehingga terjadi pertautan antara pendidikan dengan kehidupan nyata peserta didik.
8. Penyelenggaraan pendidikan harus selalu diarahkan agar peserta didik menuju hidup yang sehat, dan berkualitas, mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang luas serta memiliki akses untuk mampu memenuhi hidupnya secara layak.

C. Macam-macam kecakapan hidup

Kecapakan menurut Broling dibagi menjadi tiga macam.

1.    Kecakapan kehidupan sehari-hari (daily living skill), antara lain meliputi : pengelolahan kebutuhan pribadi, pengelolahan keuangan pribadi, pengelolahan rumah pribadi, kesadaran kesehatan, kesadaran keamanan, pengelolahan makanan-gizi, pengelolahan pakaian, pengelolahan pribadi sebagai warga negara, pengelolahan waktu luang, rekreasi dan kesadaran lingkungan.

2.    Kecakapan hidup sosial/pribadi (personal/social skill), antara lain meliputi : kesadaran diri (minat, bakat, sikap, dan kecakapan), percaya diri, komunikasi dengan orang lain, tenggang rasa dan kepedulian kepada sesama, hubungan antar personal, pemenahan dan pemecahan masalah, menemukan dan mengembangkan kebiasaan positif, kemandirian dan kepemimpinan.

3.    Kecakapan hidup bekerja (occupational skill), antara lain meliputi : kecakapan memilih pekerjaan, perencanaan kerja, persiapan keterampilan kerja, latihan keterampilan, penguasaan kompetensi, menjalankan suatu profesi, kesadaran untuk menguasai berbagai keterampilan, kemampuan untuk menguasai dan menerapkan teknologi, merancang dan melaksanakan proses pekerjaan, dan menghasilkan produk barang dan jasa.

Dari uraian di atas, untuk menjadikan manusia yang memiliki kecakapan hdup (life skill), maka proses pembelajaran harus berorientasi pada pengembangan life skill peserta didik.

D. Landasan-landasan dalam life skill

Landasan Filosofis, Historis Dan Yuridis


Manusia dapat eksis dalam kehidupannya adalah karena hasil dari proses pendidikan. Proses pendidikan tersebut dilaksanakan secara sadar atau tidak sadar, disengaja atau tidak disengaja yang pasti setiap orang akan mengalami proses pendidikan. Karena pendidikan berlangsung setiap saat dimanapun berada, baik anak-anak maupun dewasa serta orang tua semuanya mengalami proses pedidikan, sebab secara alamiah setiap orang akan selalu belajar dari lingkungan dimana ia berada.

Secara filosofis pendidikan diartikan sebagai proses perolehan pengalaman belajar yang berguna bagi peserta didik, sehingga siap digunakan untuk menyelesaikan problema kehidupan yang dihadapinya.  Pendidikan juga sebagai hasil transaksi, yaitu proses memberi dan mengambil, antara manusia dan lingkungan. Pendidikan merupakan proses dan dengan itu manusia mengembangkan dan menciptakan keterampilan-keterampilan  yang diperlukan untuk merubah dan memperbaiki kondisi-kondisi kemanusiaan dan lingkungannya.
Secara historis, Pendidikan sudah ada sejak manusia ada di muka bumi. Ketika sistem kehidupan masih sederhana, orang tua mendidik anaknya, atau anak belajar dari orang tuanya atau dari lingkungan sekitarnya.

Landasan Yuridis  Pendidikan Life skill mengacu pada Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 1 ayat (1) dijelaskan  pendidikan adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.  Jadi pada akhirnya tujuan pendidikan adalah membantu peserta didik agar nantinya mampu meningkatkan dan mengembangkan dirinya sebagai pribadi dan anggota masyarakat dalam kehidupan nyata.

Dengan demikian mata pelajaran, mata kuliah atau mata diklat harus dipahami sebagai alat bukan sebagai tujuan dalam pencapaian tujuan pendidikan. Maksudnya adalah sebagai alat untuk mengembangkan potensi peserta didik, agar pada saatnya nanti peserta didik mampu mengaktualisasikan diri dan siap menghadapi segala permasalahan kehidupan dan sanggup untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu setiap mata pelajaran harus diarahkan kepada pencapaian tujuan pendidikan dengan membekali peserta didik keterampilan dalam memecahkan masalah.

E. Tujuan & Manfaat Life skills

Tujuan

Tujuan pendidikan life skill menurut Team Broad Base Education Depdiknas bahwa tujuan pendidikan life skill adalah untuk :

1. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi.

2. Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel, sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas.

3.Pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekolah, dengan memberi peluang pemanfaatan sumber daya yang ada di masyarakatr, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.

4.Mengembangkan potensi manusiawi peserta didik menghadapi perannya dimasa mendatang.

5.Membebankan pembelajaran yang  fleksibel dan memanfaatkan potensi SDM yang ada di masyarakat dengan prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

6.Membekali peserta didik dengan kecakapan hidup debagai pribadi yang mandiri.
Sedangkan Orientasi Life skill adalah Mata pelajaran dianggap sebagai alat bukan sebagai tujuan dan terkait langsung dengan kondisi dan potensi lingkungan. Pembelajaran dirancang untuk peningkatan keterampilan proses. Pembelajaran terpadu dan kontekstual antara teori dan kenyataan kehidupan sehari-hari. Evaluasi pembelajaran dilakukan dalam bentuk : kerja, tes perbuatan, observasi dengan pemecahan masalah mencakup uji kinerja, perilaku, kejujuran dan disiplin (bukan hanya tes tulis).

Manfaat

Secara umum manfaat pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup bagi peserta didik adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupan, baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara. Jika hal itu dapat dicapai, maka faktor ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan yang sudah ada dapat diturunkan, yang berarti produktivitas nasional akan meningkat secara bertahap.

F. Hasil Yang Diharapkan dari adanya life skills

Slamet PH, memberikan harapan-harapan yang ingin dicapai dalam penerapan pendidikan life skill diantara harapan tersebut adalah : Pertama, setelah mendapat pendidikan life skill peserta didik mempunyai aset kualitas batiniyah, sikap dan perbuatan yang siap menghadapi perkembangan masa depan. Kedua,  peserta didik memiliki wawasan perkembangan karir, sehingga mampu memilih, memasuki, bersaing dan maju dalam dunia kerja. Ketiga, peserta didik memiliki kemampuan untuk survival dalam kemandiriannya dan belajar tanpa bimbingan. Keempat,  peserta didik memiliki tingkat kemandirian, keterbukaan, kerjasama dan  akuntabilitas yang menjadi sikap mentalnya sehingga mampu hidup bahagia ditengah-tengah perkembangan zaman. Kelima, peserta didik memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya.
Manfaat yang diharapkan dari pendidikan life skill ada dua yakni :

1.      Manfaat bagi pribadi peserta didik diantaranya adalah pendidikan life skill dapat meningkatkan kualitas berpikir, kualitas kalbu dan kualitas fisik. 

2.      Bagi masyarakat pendidikan kecakapan hidup dapat meningkatkan kehidupan yang maju dan madani dengan indikator-indikator adanya : peningkatan kesejahteraan sosial, pengurangan perilaku destruktif sehingga dapat mereduksi masalah-masalah sosial dan pengembangan masyarakat yang secara harmonis mampu memadukan nilai-nilai religi, teori, solidaritas, ekonomi, kuasa dan seni (cita rasa).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: